Minum kopi tidak hanya bisa mengobati rasa kantuk, namun juga bisa mengatasi masalah yang sering diderita masyarakat perkotaan, yakni sindrom mata kering.
Sindrom mata kering adalah keadaan air mata tidak bisa membasahi mata dengan semestinya. Air mata dihasilkan oleh kelenjar air mata (kelenjar lakrimal). Fungsinya untuk membersihkan mata dan mengeluarkan benda-benda asing atau iritan.
Sindrom mata kering bisa terjadi akibat berada di ruang ber-AC, terpapar asap rokok dan pada penggunaan lensa kontak. Aktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi, sehingga mata cenderung jarang berkedip dalam waktu lama, seperti bekerja di depan komputer juga bisa memicu mata kering.
Dilansir Genius Beauty, beberapa peneliti dari sekolah kedokteran universitas di Tokyo menyarankan agar seseorang yang menderita sindrom mata kering untuk segera minum kopi.
Melibatkan kurang lebih 78 partisipan, para partisipan terbagi dalam dua kelompok, yakni kelompok peminum kopi dan kelompok bukan peminum kopi.
Enam hari sebelum percobaan, mereka diminta tidak mengambil obat-obatan dan tidak mengkonsumsi kafein. Setengah dari mereka pertama kali menawarkan untuk mengambil pil yang mengandung plasebo kafein.
Sisi lain dari peserta pertama menerima plasebo dan kemudian kafein. Jumlah cairan air mata diukur 45 menit setelah minum pil.
Hasil pengamatan menunjukkan, keluhan mata kering hanya dialami oleh 13 persen dari partisipan di kelompok peminum kopi. Gangguan sindrom mata kering ini lebih banyak dikeluhkan oleh partisipan di kelompok bukan peminum kopi, yakni sebanyak 17 persen.
“Untuk saat ini, kami hanya merekomendasikannya pada pasien yang sensitif terhadap efek kafein.” ujar sang peneliti. [mor]
Serangga yang disebut serangga tomcat menyerang warga apartemen di Surabaya. Serangga ini juga dilaporkan menyerang kawasan Kenjeran dan Wonorejo.
Pakar serangga dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Hari Sutrisno, mengatakan, “Serangga Tomcat sebenarnya adalah serangga genus Paederus.”
Serangga tersebut adalah kumbang memiliki ukuran relatif kecil, sekitar 1 cm sehingga kadang tidak dikenali. Keunikan serangga ini adalah bagian sayap yang tak menutupi seluruh abdomen.
“Ada 12 jenis serangga jenis ini. Namun yang paling banyak di sini adalah Paederus fasciatus. Jadi kemungkinan yang di Surabaya adalah jenis ini,” jelas Hari.
Hari mengatakan, serangga ini memiliki habitat di persawahan, hutan maupun taman kota. Biasanya, serangga ini memakan telur serangga lain pemakan daun.
Sebutan serangga ini sedikit kurang tepat sebab sebenarnya tomcat adalah nama pestisida. Di beberapa daerah, serangga ini sering disebut semut kanai atau semut kayap.
Hari saat dihubungi Senin (19/3/2012) mengungkapkan bahwa serangga Paederus biasanya menyerang untuk mempertahankan diri. Serangga ini bisa menyerang apapun yang dianggap menggangggu.
Namun demikian, Hari mengatakan, “Serangan pada manusia sebenarnya bukan tujuan. Hanya mungkin ada aktivitas manusia yang mengganggu serangga ini.”
Aktivitas yang mengganggu antara lain saat serangga akan masuk ke rumah dan terhalang tirai, manusia membuka tirai tersebut sehingga kumbang ini terbang dan menyerang.
Ciri khas Paederus adalah kemampuan memproduksi toksin yang disebut paederin. Saat menyerang, serangga akan mengeluarkan toksin ini, persis seperti ular yang mengeluarkan bisa.
Toksin tersebut yang dikatakan bisa berdampak buruk bagi manusia. Akibat jika terserang serangga ini adalah dermatitis, dimana kulit melepuh seperti mengalami luka bakar dan mengeluarkan cairan.
“Jika kena serangga ini, maka kita harus cuci dengan air sabun agar menetralisir racun. Lalu bisa juga memakai Kalium permanganat atau salep untuk mengobati,” terang Hari.
Dikatakan bahwa racun serangga ini konsentrasinya 12 kali lebih besar dari bisa kobra. Namun demikian, Hari mengatakan bahwa racun serangga ini tak mematikan.
Menurut Hari, kumbang Paederus sebenarnya serangga yang menguntungkan bagi petani karena mampu membasmi wereng. Karenanya, serangga ini cukup dicegah kehadirannya, tak perlu dibasmi dengan pestisida kimia.
Hari menghimbau masyarakat agar tidak panik. Serangan serangga ini sebenarnya sudah biasa dialami. hany perlu langkah tepat saat terkena serangannya.














